Jumat, 02 Maret 2012

PERAN SEORANG GURU



Profesi Keguruan
 


Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:

1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.
Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.

2. Hadiah
Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.

3. Saingan/kompetisi
Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.

4. Pujian
Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.

5. Hukuman
Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.

6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar
Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.

7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik
8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok
9. Menggunakan metode yang bervariasi, dan
10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran


Dapat dikatakan bahwa pembelajaran bahasa  pada hakikatnya adalah proses untuk mencapai empat kompetensi komunikatif. Menurut Oxford (1990: 7) keempat kompetensi komunikatif tersebut adalah sebagai berikut.
Kompetensi gramatikal, yaitu penguasaan tanda-tanda bahasa, termasuk kosakata, tata bahasa, pelafalan, ejaan, dan pembentukan kata.
Kompetensi sosiolinguistis, yaitu kemampuan menggunakan ujaran dalam konteks sosial yang bervariasi, termasuk di dalamnya adalah pengetahuan mengenai pertuturan seperti membujuk, meminta maaf, atau menjelaskan.
Kompetensi wacana, yaitu kemampuan untuk menggabungkan gagasan-gagasan untuk mencapai kesatuan dan kepaduan pikiran dalam satuan bahasa di atas kalimat.
Kompetensi strategis, yaitu kemampuan menggunakan strategi untuk mengatasi keterbatasan pengetahuan bahasa.
seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai :
Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan;
Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan;
Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik;
Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya, dalam proses interaksi dengan sasaran didik;
Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik, serta Tuhan yang menciptakannya).
Sedangkan dalam pengertian pendidikan yang terbatas, Abin Syamsuddin dengan mengutip pemikiran Gage dan Berliner, mengemukakan peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik, yang mencakup :
Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre-teaching problems).;
Guru sebagai pelaksana (organizer), yang harus dapat menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana, di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person), konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems).
Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan, menganalisa, menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement), atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran, berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya.
Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan, guru berperan sebagai :
Pengambil inisiatif, pengarah, dan penilai pendidikan;
Wakil masyarakat di sekolah, artinya guru berperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan;
Seorang pakar dalam bidangnya, yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya;
Penegak disiplin, yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin;
Pelaksana administrasi pendidikan, yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik;
Pemimpin generasi muda, artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan; dan
Penterjemah kepada masyarakat, yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
Di pandang dari segi diri-pribadinya (self oriented), seorang guru berperan sebagai :
Pekerja sosial (social worker), yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat;
Pelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya;
Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah;
model keteladanan, artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik; dan
Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya.
Dari sudut pandang secara psikologis, guru berperan sebagai :
Pakar psikologi pendidikan, artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik;
seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations), artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia, khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan;
Pembentuk kelompok (group builder), yaitu mampu mambentuk menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan;
Catalyc agent atau inovator, yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik; dan
Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker), artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik.
Sementara itu, Doyle sebagaimana dikutip oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukan dua peran utama guru dalam pembelajaran yaitu menciptakan keteraturan (establishing order) dan memfasilitasi proses belajar (facilitating learning). Yang dimaksud keteraturan di sini mencakup hal-hal yang terkait langsung atau tidak langsung dengan proses pembelajaran, seperti : tata letak tempat duduk, disiplin peserta didik di kelas, interaksi peserta didik dengan sesamanya, interaksi peserta didik dengan guru, jam masuk dan keluar untuk setiap sesi mata pelajaran, pengelolaan sumber belajar, pengelolaan bahan belajar, prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajaran, lingkungan belajar, dan lain-lain.
Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran peserta didik. Guru di masa mendatang tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh, berkembang, berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. Di masa depan, guru bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya.
Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran informasi yang demikian cepat, ia akan terpuruk secara profesional. Kalau hal ini terjadi, ia akan kehilangan kepercayaan baik dari peserta didik, orang tua maupun masyarakat. Untuk menghadapi tantangan profesionalitas tersebut, guru perlu berfikir secara antisipatif dan proaktif. Artinya, guru harus melakukan pembaruan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus menerus. Disamping itu, guru masa depan harus paham penelitian guna mendukung terhadap efektivitas pengajaran yang dilaksanakannya, sehingga dengan dukungan hasil penelitiaan guru tidak terjebak pada praktek pengajaran yang menurut asumsi mereka sudah efektif, namum kenyataannya justru mematikan kreativitas para peserta didiknya. Begitu juga, dengan dukungan hasil penelitian yang mutakhir memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran yang bervariasi dari tahun ke tahun, disesuaikan dengan konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berlangsung.
Dalam bukunya yang berjudul “Reinventing Education”, Louis V. Gerstmer, Jr. dkk (1995), menyatakan bahwa di masa-masa mendatang peran-peran guru mengalami perluasan yaitu guru sebagai: pelatih (coaches), konselor, manajer pembelajaran, partisipan, pemimpin, pembelajar, dan pengarang.
Sebagai pelatih (coaches), guru harus memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi siswa untuk mengembangkan cara-cara pembelajarannya sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing. Guru hanya memberikan prinsip-prinsip dasarnya saja dan tidak memberikan satu cara yang mutlak. Hal ini merupakan analogi dalam bidang olah raga, di mana pelatih hanya memberikan petunjuk dasar-dasar permainan, sementara dalam permainan itu sendiri para pemain akan mengembangkan kiat-kiatnya sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada.
Sebagai konselor, guru harus mampu menciptakan satu situasi interaksi belajar-mengajar, di mana siswa melakukan perilaku pembelajaran dalam suasana psikologis yang kondusif dan tidak ada jarak yang kaku dengan guru. Disamping itu, guru diharapkan mampu memahami kondisi setiap siswa dan membantunya ke arah perkembangan optimal.
Sebagai manajer pembelajaran, guru memiliki kemandirian dan otonomi yang seluas-luasnya dalam mengelola keseluruhan kegiatan belajar-mengajar dengan mendinamiskan seluruh sumber-sumber penunjang pembelajaran.
Sebagai partisipan, guru tidak hanya berperilaku mengajar akan tetapi juga berperilaku belajar dari interaksinya dengan siswa. Hal ini mengandung makna bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi anak, akan tetapi ia sebagai fasilitator pembelajaran siswa.
Sebagai pemimpin, diharapkan guru mampu menjadi seseorang yang mampu menggerakkan orang lain untuk mewujudkan perilaku menuju tujuan bersama. Disamping sebagai pengajar, guru harus mendapat kesempatan untuk mewujudkan dirinya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam berbagai kegiatan lain di luiar mengajar.
Sebagai pembelajar, guru harus secara terus menerus belajar dalam rangka menyegarkan kompetensinya serta meningkatkan kualitas profesionalnya.
Sebagai pengarang, guru harus selalu kreatif dan inovatif menghasilkan berbagai karya yang akan digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas profesionalnya. Guru yang mandiri bukan sebagai tukang atau teknisi yang harus mengikuti satu buku petunjuk yang baku, melainkan sebagai tenaga yang kreatif yang mampu menghasilkan berbagai karya inovatif dalam bidangnya. Hal itu harus didukung oleh daya abstraksi dan komitmen yang tinggi sebagai basis kualitas profesionaliemenya.
Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.
Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai Pancasila.
Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Setiap guru harus memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggurfg jawab sosial tingkah laku sosial anak. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut.
Peran guru sebagai pelajar (leamer). Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan.
Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan. Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. Bantuan dapat secara langsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental.
Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya.
Guru sebagai administrator. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
Kadis Pendidikan Nasional (Diknas) Sulut Djouhari Kansil MPd mengharapkan guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih dan pengevaluasi perserta didik haruslah profesional dan memiliki kompetensi.
Ada empat kompetensi yang harus dimilkiki guru yakni pedagogik, sosial, kepribadian dan profesional, keempat kopetensi ini berkaitan erat dalam perkembangan kemampuan intelektual peserta didik serta kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat,”ungkapnya kepada Koran Manado pekan lalu.
Lebih lanjut Kansil mengatakan bila kompentensi-kompetensi ini sudah bisa dilakukan dengan baik oleh guru profesional kepada peserta didik, maka daerah ini akan memilki generasi muda yang mempunyai kemampuan intelektual dan kemampuan bersosialisasi dengan baik.
“Pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola pelajaran perserta didik yang meliputi pemehaman terhadap peserta didik, perencanaan pelajaran, evaluasi hasil pelajaran dan pengembangan untuk mengaktualisasikan sebagai potensi yang dimilikinya. Sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik dan masyarakat sekitar,” jelas Kansil.
Selain itu juga guru profesional harus dilengkapi dengan kompetensi kepribadian, karena menurutnya kompetensi kepribadian ini sangat perlu untuk mengaktualisasikan karakteristik guru secara pribadi sebagai individu yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, agar bisa menjadi teladan, bagi peserta didik yang berakhlak mulia.
“Dan juga kopetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan mereka membimbing peserta didik dalam menguasai materi pelajaran,”pungkasnya.(16)
B. PERAN DAN FUNGSI GURU
(UU Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 bab II)
Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal. Lebih lanjut di tandaskan bahwa guru sebagai tenaga profesional mempunyai peran sebagai agen pembelajaran yang berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional
Adapun tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Pada tataran mikro proses pembelajaran menjadi faktor kunci untuk Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut di atas, dengan demikian peran guru menjadi utama dalam layanan proses pembelajaran. Guru di tuntut untuk kreatif menciptakan layanan pembelajaran yang inovatif, berpusat pada siswa dan dilandasi nilai-nilai islam. Nilai-nilai islami harus menjadi “ruh” dan pendukung kekuatan (suport power) bagi guru untuk lebih memerankan kedudukan dan fungsi frofesionalnya meningkatkan layanan pendidikan yang bekualitas, terjangkau dan berkeadilan.



Kamis, 01 Maret 2012

RRP


SMA NEGERI 1 PONOROGO 
Jalan Budi Utomo No. 1 Telp/ Fax (0352) 481145 Ponorogo
              Terakreditasi dengan kualifikasi A ( kep. BAS Prop. Jatim. No 045/BAP-SM/TU/X/2009)              
  e-mail: ganesha@smazapo.sch.id; website : www.smazapo.sch.id
 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
SMA                                :       SMA N  I Ponorogo
Mata Pelajaran              :       Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester           :       X  / 1
Standar Kompetensi            :            1.  Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan  tugasnya sebagai khalifah di bumi
Kompetensi Dasar        :       1.1   Membaca QS Al – Baqarah ayat 30 dan Al-Mukminun: 12-14
Alokasi Waktu               :       2 x 40    menit (1 x pertemuan)
===================================================================================
Tujuan Pembelajaran   :      1.  Siswa dapat membaca QS Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12-14, Adz-Dzariyat ayat 56, dan An-Nahl ayat 78 dengan  shifat,      harakat, tajwid  dan makhraj yang benar
2.   Siswa dapat membaca QS Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12-14, Adz-Dzariyat ayat 56, dan An-Nahl ayat 78   dengan   menerapkan hukum bacaan (tajwid) yang benar
3.   Siswa dapat memahami isi kandungan QS Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12-14, Adz-Dzariyat ayat 56, dan An-Nahl ayat 78.

Karakter siswa yang diharapkan  : 
Dapat dipercaya ( Trustworthines) , Rasa hormat dan perhatian ( respect ) , Tekun ( diligence ) , Tanggung jawab ( responsibility ), Berani ( courage ), Ketulusan (Honesty ),  Integritas ( integrity ) , Peduli ( caring ) dan Jujur ( fairnes ).

Materi Pembelajaran            :        QS  Al-baqarah ayat 30 dan Al-Mukminun ayat 12 – 14
Metode Pembelajaran   :      
1.   Siswa berlatih membaca QS Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12-14, Adz-Dzariyat ayat 56, dan An-Nahl ayat 78  dengan  harakat dan makhraj yang benar
2.    Siswa mengadakan tanya jawab dengan teman-temannya  
membahas  hukum bacaan yang ada pada QS Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12-14, Adz-Dzariyat ayat 56, dan An-Nahl ayat 78
3.    Siswa berlatih membaca QS Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12-14, Adz-Dzariyat ayat 56, dan An-Nahl ayat 78 dengan  menerapkan hukum bacaan yang benar
4.   Siswa berlatih memahami isi kandungan yang terdapat dalam QS Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12-14, Adz-Dzariyat ayat 56, dan An-Nahl ayat 78  





Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan Pertama
WAKTU
LANGKAH KEGIATAN
METODE
BAHAN
10’
Kegiatan Awal



Apersepsi  dan Motivasi :
§  Tadarus bersama surat-surat yang telah dihafal siswa
§  Memperkenalkan pengantar tentang asbabun nuzul dari bahan ajar yang akan disampaikan


Demonstrasi


Ceramah dan tanya jawab

Al-Qur’an dan slide ayat Al-Qur’an

50’
Kegiatan Inti



& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
§  Beberapa siswa membaca Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78  serta  siswa yang lain         mendengarkan.
§  Siswa membaca Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78 secara klasikal, kelompok dan individu sesuai dengan shifat, harakat dan makhraj yang benar
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
§  Siswa diperkenalkan hukum bacaan yang ada pada Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78.  
§  Siswa membaca Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78 dengan menerapkan hukum bacaan yang ada pada Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78
.
& Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
§  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
§  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan




Presentasi dan tanya jawab



Presentasi , demonstrasi, dan tanya jawab





Presentasi , demonstrasi, dan tanya jawab

Presentasi , demonstrasi, dan tanya jawab








Presentasi dan tanya jawab



 Power point dan lembar materi


Lembar materi  power point






Lembar materi dan power point


Lembar materi dan power point







Lembar materi
15’
Kegiatan Penutup



Dalam kegiatan penutup, guru:
§  Guru mengadakan tanya jawab dengan  siswa secara berkelompok dan individu tentang hukum bacaan yang ada pada Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78.
§  Siswa diminta menulis Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78  di buku tugas


Presentasi
Tanya jawab

Lembar power point dan lembar materi
5’
Kegiatan  Tindak Lanjut



Para siswa diminta memperdalam materi di rumah serta  dimohon untuk mempelajari pokok bahasan berikutnya
Ceramah dan tanya jawab
Lembar materi

Alat / Sumber Belajar:
1.       Alquran dan Terjemah
2.       Teks lafal Surah Al-Baqarah ayat 30 dan Al-Mukminun ayat 12 – 14 di Laptop, di karton  atau papan tulis
3.       Kaset/CD tentang Alquran 
4.       Buku Pendidikan Agama Islam.
5.       Buku Tajwid atau buku-buku lain yang relevan
6.       Pengalaman guru
7.       Lingkungan sekitar

Penilaian:
Indikator Pencapaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
Ø  Membaca Surah Al-Baqarah ayat 30 dan Al-Mukminun ayat 12 – 14 dengan harakat dan makhraj yang benar
Ø  Mengulang-ulang membaca Surah Al-baqarah ayat 30 dan Al-Mukminun ayat 12 – 14 dengan harakat dan makhraj yang benar
Tes lisan
Tes lisan
Pelafalan
Pelafalan

Ø  Lafalkan Surah Al-Baqarah ayat 30 dan Al-Mukminun ayat 12 – 14  sesuai dengan makhraj dan harakat yang benar!
Ø  Lafalkan Surah Al-Baqarah ayat 30 dan Al-Mukminun ayat 12 – 14  dengan  menerapkan hukum bacaan yang ada pada surah tersebut!

1.      Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1

2.      Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.
Kerjasama



Partisipasi
* bekerjasama
* kadang-kadang kerjasama
* tidak bekerjasama

* aktif  berpartisipasi
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif
4
2
1

4
2
1









3. Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah Skor
Nilai
Kerjasama
Partisipasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.











CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
v  Untuk Siswa yang belum memenuhi syarat nilai sesuai KKM maka diadakan Remedial.



Ponorogo,  Juli  2011

Waka Kurikulum






SUROSO,M.Pd
NIP. 19700208199903 1 007
Koordinator Mata Pelajaran PAI






Drs. H. THOHA  TAROM
NIP. 19520414 198503 1 010.
Guru Mata Pelajaran PAI






SUYOTO, MA., M.Pd
NIP. 19700422200501 1 005















Pertemuan Kedua
WAKTU
LANGKAH KEGIATAN
METODE
BAHAN
10’
Kegiatan Awal



Apersepsi  dan Motivasi :
§  Tadarus bersama surat-surat yang telah dihafal siswa
§  Memperkenalkan pengantar tentang asbabun nuzul dari bahan ajar yang akan disampaikan


Demonstrasi


Ceramah dan tanya jawab

Al-Qur’an dan slide ayat Al-Qur’an

50’
Kegiatan Inti



& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
§  Beberapa siswa membaca Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78  serta  siswa yang lain         mendengarkan.
§  Siswa membaca Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78 secara klasikal, kelompok dan individu sesuai dengan shifat, harakat dan makhraj yang benar
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
§  Siswa diperkenalkan hukum bacaan yang ada pada Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78.  
§  Siswa membaca Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78 dengan menerapkan hukum bacaan yang ada pada Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78
.
& Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
§  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
§  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan




Presentasi dan tanya jawab



Presentasi , demonstrasi, dan tanya jawab





Presentasi , demonstrasi, dan tanya jawab

Presentasi , demonstrasi, dan tanya jawab








Presentasi dan tanya jawab



 Power point dan lembar materi


Lembar materi  power point






Lembar materi dan power point


Lembar materi dan power point







Lembar materi
15’
Kegiatan Penutup



Dalam kegiatan penutup, guru:
§  Guru mengadakan tanya jawab dengan  siswa secara berkelompok dan individu tentang hukum bacaan yang ada pada Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78.
§  Siswa diminta menulis Surah Al-Baqarah ayat 30, Al-Mukminun ayat 12–14, Adz-Dzariyat: 56, dan surah An-Nahl: 78  di buku tugas


Presentasi
Tanya jawab

Lembar power point dan lembar materi
5’
Kegiatan  Tindak Lanjut



Para siswa diminta memperdalam materi di rumah serta  dimohon untuk mempelajari pokok bahasan berikutnya
Ceramah dan tanya jawab
Lembar materi



Alat / Sumber Belajar:
1.       Alquran dan Terjemah
2.       Teks lafal Surah Al-Baqarah ayat 30 dan Al-Mukminun ayat 12 – 14 di Laptop, di karton  atau papan tulis
3.       Kaset/CD tentang Alquran 
4.       Buku Pendidikan Agama Islam.
5.       Buku Tajwid atau buku-buku lain yang relevan
6.       Pengalaman guru
7.       Lingkungan sekitar

Penilaian:
Indikator Pencapaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
Ø  Membaca Surah Al-Baqarah ayat 30 dan Al-Mukminun ayat 12 – 14 dengan harakat dan makhraj yang benar
Ø  Mengulang-ulang membaca Surah Al-baqarah ayat 30 dan Al-Mukminun ayat 12 – 14 dengan harakat dan makhraj yang benar
Tes lisan
Tes lisan
Pelafalan
Pelafalan

Ø  Lafalkan Surah Al-Baqarah ayat 30 dan Al-Mukminun ayat 12 – 14  sesuai dengan makhraj dan harakat yang benar!
Ø  Lafalkan Surah Al-Baqarah ayat 30 dan Al-Mukminun ayat 12 – 14  dengan  menerapkan hukum bacaan yang ada pada surah tersebut!

1.      Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1

2.      Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.
Kerjasama



Partisipasi
* bekerjasama
* kadang-kadang kerjasama
* tidak bekerjasama

* aktif  berpartisipasi
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif
4
2
1

4
2
1









3. Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah Skor
Nilai
Kerjasama
Partisipasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.











CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
v  Untuk Siswa yang belum memenuhi syarat nilai sesuai KKM maka diadakan Remedial.



Ponorogo,   9  Juli  2011

Waka Kurikulum






SUROSO,M.Pd
NIP. 19700208199903 1 007
Koordinator Mata Pelajaran PAI






Drs. H. THOHA  TAROM
NIP. 19520414 198503 1 010.
Guru Mata Pelajaran PAI






SUYOTO, MA., M.Pd
NIP. 19700422200501 1 005















LAMPIRAN MATERI :) ãNn=ôãr& $tB Ÿw tbqßJn=÷ès? getahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur








 
SMA NEGERI 1 PONOROGO 
Jalan Budi Utomo No. 1 Telp/ Fax (0352) 481145 Ponorogo
              Terakreditasi dengan kualifikasi A ( kep. BAS Prop. Jatim. No 045/BAP-SM/TU/X/2009)              
  e-mail: ganesha@smazapo.sch.id; website : www.smazapo.sch.id
 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
=====================================================================================
SMA                                :       SMA N  I Ponorogo
Mata Pelajaran              :       Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester           :       X  / 1
Standar Kompetensi            :            2.  Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang keikhlasan dalam ibadah
Kompetensi Dasar        :      2.1  Membaca QS  Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5
                                               2.2. Menyebutkan arti  QS  Al-An’am ayat; 162-163 dan Al-   Bayyinah: 5.
                                               2.3. Memahami kandungan dalam  QS  Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5
Alokasi Waktu               :      2 x 40    menit (1 x pertemuan)
===================================================================================
Tujuan Pembelajaran   :      1.  Siswa dapat membaca QS Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5, dengan  shifat,      harakat  dan makhraj yang benar
2.  Siswa dapat membaca QS Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5   dengan   menerapkan hukum bacaan (tajwid) yang benar
3.  Siswa dapat memahami isi kandungan QS Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5
Karakter siswa yang diharapkan  : 
Dapat dipercaya ( Trustworthines) , Rasa hormat dan perhatian ( respect ) , Tekun ( diligence ) , Tanggung jawab ( responsibility ), Berani ( courage ), Ketulusan (Honesty ),  Integritas ( integrity ) , Peduli ( caring ) dan Jujur ( fairnes ).

Materi Pembelajaran                :       Ayat-ayat tentang keikhlasan beribadah (QS  Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5)
Metode Pembelajaran   :      
1.   Siswa berlatih membaca Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5   dengan  harakat dan makhraj yang benar
2.    Siswa mengadakan tanya jawab dengan teman-temannya  
membahas  hukum bacaan yang ada pada Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5.
3.   Siswa berlatih membaca Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5  dengan  menerapkan hukum bacaan yang benar
4.   Siswa berlatih memahami isi kandungan yang terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5.







Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan Ketiga
WAKTU
LANGKAH KEGIATAN
METODE
BAHAN
10’
Kegiatan Awal



Apersepsi  dan Motivasi :
§  Tadarus bersama surat-surat yang telah dihafal siswa
§  Memperkenalkan pengantar tentang asbabun nuzul dari bahan ajar yang akan disampaikan


Demonstrasi


Ceramah dan tanya jawab

Al-Qur’an dan slide ayat Al-Qur’an

50’
Kegiatan Inti



& Eksplorasi
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
§  Beberapa siswa membaca Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5   dan siswa yang lain         mendengarkan
§  Siswa membaca Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5   secara klasikal, kelompok dan individu sesuai dengan shifat, harakat dan makhraj yang benar

& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
§  Siswa diperkenalkan hukum bacaan yang ada pada Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5.   
§  Siswa membaca Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5  dengan menerapkan hukum bacaan yang ada pada Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5.

& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
§  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
§  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulannyimpulan




Presentasi dan tanya jawab



Presentasi , demonstrasi, dan tanya jawab





Presentasi , demonstrasi, dan tanya jawab

Presentasi , demonstrasi, dan tanya jawab








Presentasi dan tanya jawab



 Power point dan lembar materi


Lembar materi  power point






Lembar materi dan power point


Lembar materi dan power point







Lembar materi
15’
Kegiatan Penutup



Dalam kegiatan penutup, guru:
§  Guru mengadakan tanya jawab dengan  siswa secara berkelompok dan individu tentang hukum bacaan yang ada pada Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5.
§  Siswa diminta menulis Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5 di buku tugas


Presentasi
Tanya jawab

Lembar power point dan lembar materi
5’
Kegiatan  Tindak Lanjut



Para siswa diminta memperdalam materi di rumah serta  dimohon untuk mempelajari pokok bahasan berikutnya
Ceramah dan tanya jawab
Lembar materi





.

Alat / Sumber Belajar:
1.       Alquran dan Terjemah
2.       Teks lafal Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5  di Laptop, di karton  atau papan tulis
3.       Kaset/CD tentang Alquran 
4.       Buku Pendidikan Agama Islam.
5.       Buku Tajwid atau buku-buku lain yang relevan
6.       Pengalaman guru
7.       Lingkungan sekitar

Penilaian:
Indikator Pencapaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
Ø  Melafalkan  Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5   dengan harakat dan makhraj yang benar
Ø  Mengartikan  Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5  dengan harakat dan makhraj yang benar
Ø  Menampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti yang terkandung dalam Al-Qur’an Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5
Tes lisan
Tes lisan



Tes Perbuatan
Pelafalan
Pelafalan



Pembiasaan
Ø  Lafalkan Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5    sesuai dengan makhraj dan harakat yang benar!
Ø  Lafalkan Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5    dengan  menerapkan hukum bacaan yang ada pada surah tersebut!
Ø  Lakukan berbuat ikhlas sesuai dengan QS Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5  

1.      Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1

2.      Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.
Kerjasama



Partisipasi
* bekerjasama
* kadang-kadang kerjasama
* tidak bekerjasama

* aktif  berpartisipasi
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif
4
2
1

4
2
1






3. Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah Skor
Nilai
Kerjasama
Partisipasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.










CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
v  Untuk Siswa yang belum memenuhi syarat nilai sesuai KKM maka diadakan Remedial.


Ponorogo,   9  Juli  2011

Waka Kurikulum






SUROSO,M.Pd
NIP. 19700208199903 1 007
Koordinator Mata Pelajaran PAI






H. TOHA  TAROM
     NIP. 19520414 198503 1 010    
Guru Mata Pelajaran PAI






SUYOTO, MA., M.Pd
NIP. 19700422200501 1 005















Pertemuan keempat
WAKTU
LANGKAH KEGIATAN
METODE
BAHAN
10’
Kegiatan Awal



Apersepsi  dan Motivasi :
§  Tadarus bersama surat-surat yang telah dihafal siswa
§  Memperkenalkan pengantar tentang asbabun nuzul dari bahan ajar yang akan disampaikan


Demonstrasi


Ceramah dan tanya jawab

Al-Qur’an dan slide ayat Al-Qur’an

50’
Kegiatan Inti



& Eksplorasi
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
§  Beberapa siswa membaca Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5   dan siswa yang lain         mendengarkan
§  Siswa membaca Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5   secara klasikal, kelompok dan individu sesuai dengan shifat, harakat dan makhraj yang benar

& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
§  Siswa diperkenalkan hukum bacaan yang ada pada Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5.   
§  Siswa membaca Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5  dengan menerapkan hukum bacaan yang ada pada Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5.

& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
§  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
§  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulannyimpulan




Presentasi dan tanya jawab



Presentasi , demonstrasi, dan tanya jawab





Presentasi , demonstrasi, dan tanya jawab

Presentasi , demonstrasi, dan tanya jawab








Presentasi dan tanya jawab



 Power point dan lembar materi


Lembar materi  power point






Lembar materi dan power point


Lembar materi dan power point







Lembar materi
15’
Kegiatan Penutup



Dalam kegiatan penutup, guru:
§  Guru mengadakan tanya jawab dengan  siswa secara berkelompok dan individu tentang hukum bacaan yang ada pada Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5.
§  Siswa diminta menulis Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5 di buku tugas


Presentasi
Tanya jawab

Lembar power point dan lembar materi
5’
Kegiatan  Tindak Lanjut



Para siswa diminta memperdalam materi di rumah serta  dimohon untuk mempelajari pokok bahasan berikutnya
Ceramah dan tanya jawab
Lembar materi





.

Alat / Sumber Belajar:
1.       Alquran dan Terjemah
2.       Teks lafal Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5  di Laptop, di karton  atau papan tulis
3.       Kaset/CD tentang Alquran 
4.       Buku Pendidikan Agama Islam.
5.       Buku Tajwid atau buku-buku lain yang relevan
6.       Pengalaman guru
7.       Lingkungan sekitar

Penilaian:
Indikator Pencapaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
Ø  Melafalkan  Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5   dengan harakat dan makhraj yang benar
Ø  Mengartikan  Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5  dengan harakat dan makhraj yang benar
Ø  Menampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti yang terkandung dalam Al-Qur’an Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5
Tes lisan
Tes lisan



Tes Perbuatan
Pelafalan
Pelafalan



Pembiasaan
Ø  Lafalkan Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5    sesuai dengan makhraj dan harakat yang benar!
Ø  Lafalkan Surah Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5    dengan  menerapkan hukum bacaan yang ada pada surah tersebut!
Ø  Lakukan berbuat ikhlas sesuai dengan QS Al – An’am ayat; 162-163  dan Al-Bayyinah: 5  

1.      Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1

2.      Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.
Kerjasama



Partisipasi
* bekerjasama
* kadang-kadang kerjasama
* tidak bekerjasama

* aktif  berpartisipasi
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif
4
2
1

4
2
1






3. Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah Skor
Nilai
Kerjasama
Partisipasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.










CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
v  Untuk Siswa yang belum memenuhi syarat nilai sesuai KKM maka diadakan Remedial.


Ponorogo,   9  Juli  2011

Waka Kurikulum






SUROSO,M.Pd
NIP. 19700208199903 1 007
Koordinator Mata Pelajaran PAI






H. TOHA  TAROM
     NIP. 19520414 198503 1 010    
Guru Mata Pelajaran PAI






SUYOTO, MA., M.Pd
NIP. 19700422200501 1 005